Me, My Self, and I

Tuesday, November 26, 2013

Luar Biasa

Kadang kita lupa bahwa suatu hal biasa sebenarnya adalah hal yang luar biasa. Mungkin karena kita sudah terbiasa. Sebaliknya, sesuatu yang jarang kita temui menjadi luar biasa padahal sesuatu itu sebenarnya biasa saja.

Nah, kalimat yang membingungkan kan?

Saat seorang sahabat yang tidak biasa mengumbar ekspresi emosinya mengatakan, "I love you, why are you even asking that?", aku bisa terkekeh. Rasanya luar biasa sekali kalimat itu keluar dari mulutnya. Yang biasanya menampakkan ekspresi datar saat orang terpingkal-pingkal atau menangis tersedu-sedu, tiba-tiba mengatakan, "Aku sebenarnya nggak suka kamu begini....kamu begitu...."

Saat Tobias dan Adrienne, my babies, selalu mengakhiri percakapan dengan "Bye, bou. I love you, baby!" rasanya menjadi biasa saja lama-kelamaan. Karena aku menelepon mereka setiap hari. Namun, saat mereka lupa mengatakannya karena terburu-buru menutup telepon, atau panggilan terputus karena sinyal yang butut, ada perasaan kesal.

Yang tidak biasa, menjadi luar biasa. Yang luar biasa, menjadi biasa.

Saat aku membereskan kamarku yang berantakan, mungkin sekali sebulan, Pop meledekku, "Luar biasa kamu hari ini. Rajin." Yang tidak biasa, menjadi luar biasa saat aku melakukannya.

Saat aku mengatakan "Bye, abang, bye, adek. I love you, baby!" di akhir pembicaraanku dengan kedua keponakanku, mereka merasa sangat dicintai dan dikasihi. Yang luar biasa, menjadi biasa saat dilakukan berulang-ulang.

Hari ini, aku belajar tentang satu hal. Biasa atau tidak, banyak hal luar biasa yang terjadi dalam hidupku. Yang sepele bagi orang lain, luar biasa bagiku. Yang penting bagi orang lain, biasa bagiku.

Aku ingin memahami hal-hal luar biasa yang terjadi dalam hidupku. Dengan begitu, aku bisa bersyukur setiap saat.

Bersyukur. Itu saja, aku akan bahagia atas apa yang kupunya dan yang tidak kumiliki. Bersyukur. Itu saja.

No comments:

Post a Comment