Me, My Self, and I

Saturday, June 30, 2012

Murahan Atau Gampangan?

Kata Paulus, "....kasih itu murah hati...." (I Korintus 13: 4)

Aku tidak mengerti apa yang dimaksud dengan murah hati.

Murah, berarti tidak mahal.  Apa maksudnya hati kita dijual (diberikan) secara murah?  Murah seperti obral gitu?  Atau mudah memberi hati?  Tidak tega menolak?

Berbeda dengan perempuan kebanyakan yang mudah luluh dengan kata manis dan perhatian berlimpah, aku sulit mempercayai kata dan perhatian.  Seperti kata Pierre, my li'l brother, "Itu sebabnya laki-laki belajar menggombal dan perempuan memendekkan roknya."  Rasanya, memang seperti itu dari dulu.  Laki-laki belajar merangkai kata manis yang membuat perempuan klepek-klepek, dan perempuan belajar memamerkan paha (mulus atau tidak) yang membuat laki-laki berharap mengenakan celana jeans yang lebih ketat.

Dengan kata manis, perempuan mudah luluh dan jatuh hati.  Apa itu maksudnya murah hati?  Atau, saat pacar minta cium, dengan alasan sayang padanya, lantas menyodorkan pipi atau bibir?  Gampangan itu kan namanya?

Dengan perhatian, perempuan mudah tergoda dan jatuh cinta.  Apa itu maksudnya murah hati?  Atau, saat suami jauh, dengan alasan kesepian, lantas meladeni SMS dan telepon dari laki-laki lain?  Murahan itu kan namanya?

Kata-kata manis tidak bisa membuatku deg-degan.  Dan aku tidak terharu dengan perhatian yang kudapat.  Aku terbiasa menguntai puisi, yang diminta para sahabat untuk menaklukkan perempuan incaran mereka.  Dan semua perhatian yang kudapat dari sahabat-sahabat kelebihan testosteron itu?  Itu cuma upah dari sesuatu yang namanya persahabatan.

Murah hati.  Apakah maksudnya rajin memberi?  Memberi apa?  Uang?  Materi?  Waktu?  Perhatian?

Aku jadi ingat waktu masa-masa remaja, saat bungaku mulai memekar (jiaah!).  Tiap di tembak sama orang untuk dijadikan pacar, pasti tidak bisa menolak.  Walaupun, setelah satu atau dua minggu, dia memutuskanku dengan alasan, "...sepertinya kau masih mau main-main dengan kawan-kawan..."  Please, baby, we are teenagers, high schoolers.  Are we supposed to think about marriage that serious?  Ya, yang namanya remaja itu kan masih tahap koleksi: mengoleksi teman, mengoleksi sahabat, mengoleksi pacar...bukan memilih suami kan?

Kasih itu murah hati.  Apakah maksudnya kalau kita memiliki kasih, maka kita harus mudah dan ikhlas dalam memberi?  Memberi hati dan perhatian pada orang lain?  Begitu?  Apa upahnya?  Nothing comes free in life, dear!

Mengoceh apa pun, tetap aku tidak mengerti.